UGM Gelar Kegiatan Ecotherapy untuk Atasi Gangguan Perilaku Remaja di SMP Negeri 2 Cangkringan

Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada melalui kolaborasi antara Departemen Ilmu Psikiatri dan Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK), telah melaksanakan kegiatan Ecotherapy sebagai bagian dari intervensi sosial-budaya dalam penelitian bertajuk “Efektivitas Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Ecotherapy terhadap Gangguan Perilaku pada Siswa SMP N 2 Cangkringan.”
Kegiatan Ecotherapy ini dilaksanakan dalam tiga sesi, masing-masing pada tanggal 8, 19, dan 29 Mei 2025, pukul 08.00–10.00 WIB, dan berlangsung secara luring di aula dan halaman SMP N 2 Cangkringan, Sleman. Ecotherapy merupakan pendekatan non-farmakologis yang dirancang untuk membantu remaja mengatasi gangguan perilaku dengan memanfaatkan kekuatan alam dan interaksi sosial sebagai media terapi.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70–90 siswa, yang terdiri dari 20 siswa kelompok teman sebaya (peer group) dan sekitar 50 siswa dengan gangguan perilaku. Latar belakang dari pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya kasus perilaku menyimpang di kalangan remaja, seperti merokok, konsumsi alkohol, perundungan, dan perkelahian. Hal ini diduga dipicu oleh tekanan sosial-ekonomi keluarga dan kurangnya keterampilan pengelolaan emosi pada siswa.
Kegiatan ini difasilitasi oleh dosen-dosen dari kedua departemen, antara lain Dr. dr. Budi Pratiti, Sp.KJ, Dr. Dra. Sumarni DW, M.Kes, dr. Winengku Basuki Adi, M.Med.Sc., Sp.KJ, dan Dr. dr. Cempaka Thursina Srie Setyaningrum, Sp.S(K) dari Departemen Ilmu Psikiatri, serta Erlin Erlina, S.I.P., M.A., Ph.D. dari Departemen Perilaku Kesehatan. Mahasiswa PPDS Psikiatri dan relawan turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Ecotherapy sesi pertama mengusung tema “Cintai Diri, Kenali Bumi” yang mengajak siswa mengenal diri sendiri dan membangun kesadaran akan pentingnya mencintai alam. Sesi kedua bertema “Rayakan Persamaan, Pilah Perbedaan, Tumbuhkan Empati” dengan fokus pada pembelajaran toleransi dan kerja sama melalui permainan berbasis lingkungan dan pengelolaan sampah. Sedangkan sesi ketiga dirancang untuk menstimulasi pancaindra melalui kegiatan eksplorasi alam (sensory bingo), refleksi individu, permainan simbolik, serta terapi gerak dan seni.
Melalui kegiatan ini, para siswa didorong untuk mengembangkan empati, meningkatkan pengelolaan emosi, serta membangun keterampilan sosial secara positif. Pelaksanaan Ecotherapy diharapkan menjadi pijakan awal bagi penerapan program promosi kesehatan mental berbasis sekolah yang holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan.Selain itu, kegiatan Ecotherapy ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Program ini berkontribusi dalam mendorong kehidupan sehat dan sejahtera (SDG 3) melalui peningkatan kesehatan mental remaja, memperkuat sistem pendidikan yang inklusif dan berdaya dukung sosial (SDG 4), serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim (SDG 13). Kolaborasi antar departemen dan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kegiatan ini juga mencerminkan semangat kemitraan untuk mencapai tujuan global bersama (SDG 17).
Penulis : Zilfani Fuadiyah Haq
Editor : Ari Prayogo Pribadi














Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!