Prodi MKM UGM Dorong Penguatan Safety Riding melalui Seminar Rabuan: Wujud Komitmen Kampus Sehat dan Aman

Keselamatan berkendara merupakan isu kesehatan masyarakat yang cukup krusial. Pada tahun 2021, Indonesia merupakan negara dengan fatalitas kecelakaan lalu lintas tertinggi ke-5 di wilayah Asia Timur dan Pasifik. Data tahun 2023 juga menunjukkan bahwa 35% fatalitas kecelakaan lalu lintas dialami oleh penduduk usia 15 – 29 tahun dan menjadi fatalitas tertinggi dari seluruh kelompok umur (UNICEF, 2025). Upaya pencegahan dan penanggulangan masalah ini membutuhkan pendekatan berbagai sektor, tidak hanya dari sektor perhubungan dan kepolisian, namun juga dari sektor kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan berkendara.

Pada Rabu, 25 Februari 2026, Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial (HBES) menyelenggarakan Seminar Rabuan bertajuk “Safety Riding in Campus Environment: Policy, Practice and Future Direction”. Seminar ini dilaksanakan bekerjasama dengan Kanal Pengetahuan FK-KMK dan unit Health Promoting University (HPU) UGM secara daring melalui Zoom. Seminar mengundang pembicara dari Biro Pelayanan Kesehatan Terpadu (BPKT) UGM, Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM, Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan dan Lingkungan (K5L) UGM dan FK-KMK UGM. Seminar dihadiri oleh 153 partisipan, terdiri dari mahasiswa, dosen dan praktisi kesehatan.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes., Kepala BPKT UGM. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas menjadi salah satu perhatian penting di lingkungan kampus, terlebih UGM memiliki sejumlah ruas jalan dengan arus kendaraan yang padat. UGM juga telah melakukan survei Indeks Rasa Aman untuk memetakan persepsi keamanan warga kampus sebagai dasar penentuan prioritas perbaikan, terutama pada aspek penerangan, pengawasan, pengelolaan area publik, serta keselamatan berlalu lintas.

Hal ini juga menjadi perhatian, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D. dari PUSTRAL UGM yang menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kebijakan dan teknologi dalam mendukung keselamatan berkendara. Ia mengaitkan upaya kampus dengan Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK LLAJ), serta menekankan manajemen kecepatan, integrasi transportasi publik dan sepeda kampus, serta pembatasan kendaraan bermotor di lingkungan kampus.

Di lingkungan UGM, beberapa pendekatan keselamatan berkendara ini juga telah dilakukan, seperti pemasangan speed bump, water barrier, optimalisasi CCTV, rekayasa lalu lintas saat kegiatan besar, serta penguatan sistem respons darurat dan ambulans kampus. Meskipun demikian, Bapak Sugiyanta, S.Sos., M.A., selaku Kepala K5L UGM, memaparkan  bahwa angka kecelakaan di lingkungan UGM masih cukup tinggi, yaitu mencapai 154 kasus per 100.000 warga kampus, di atas standar ASEAN University Network–Health Promotion Network (AUN-HPN) untuk kampus sehat, yakni kurang dari 20 kasus per 100.000 populasi. Beberapa penyebabnya diantaranya seperti kecepatan berlebih dan distraksi gawai, hingga marka jalan yang memudar dan penerangan yang kurang optimal. . Kolaborasi masyarakat kampus sangat diperlukan untuk menghadapi masalah ini, termasuk untuk meningkatkan kesadaran berkendara dan penggunaan helm.

Dari perspektif perilaku dan promosi kesehatan, Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. menekankan bahwa perubahan perilaku, termasuk kepatuhan menggunakan helm, memerlukan strategi multi-level dan berbasis bukti. Faktor niat, norma sosial, keterampilan, dan pengurangan hambatan menjadi kunci dalam membangun budaya safety riding. Intervensi berbasis teman sebaya dan pendekatan komunitas dinilai efektif dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan helm, sejalan dengan komitmen UGM sebagai Health Promoting University (HPU).

Melalui Seminar Rabuan ini, UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 melalui upaya pencegahan cedera dan peningkatan keselamatan berkendara, SDG 11 melalui penciptaan lingkungan kampus yang aman dan berkelanjutan, serta SDG 17 melalui kolaborasi lintas unit dan partisipasi aktif seluruh masyarakat kampus dalam membangun budaya keselamatan sebagai tanggung jawab bersama.

 
 
 
 
 

Penulis : Zilfani Fuadiyah Haq

Editor : Ari Prayogo Pribadi

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *