Kolaborasi UGM–Middlesex University Kembangkan Digital Twin dan AI untuk Perkuat Pencegahan Penyakit
YOGYAKARTA, 17 Juli 2026 – Simposium Kesehatan Masyarakat UGM ke-16 (Public Health Symposium/PHS 16) menjadi ajang yang menampilkan berbagai inovasi teknologi kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi akademik dan riset internasional. Salah satu kolaborasi yang menjadi sorotan adalah sinergi antara Prof. Huan X. Nguyen, Direktur Digital Twin Research Centre di Middlesex University London, dan Ari Prayogo Pribadi, Ph.D., dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM sekaligus peneliti di Middlesex University.
Saat ini Ari tengah menjalani British Council Fellowship di bawah supervisi langsung Prof. Huan Nguyen. Keduanya mengembangkan pemanfaatan teknologi Digital Twin dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai pendekatan inovatif untuk memperkuat pencegahan penyakit, pendidikan kesehatan masyarakat, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Dalam sesi international keynote bertajuk Leveraging Digital Twins for Advanced Epidemiological Education, Prof. Huan menjelaskan bahwa Digital Twin merupakan representasi virtual dinamis dari objek, sistem, atau proses di dunia nyata yang terus diperbarui menggunakan data secara real-time. Teknologi ini mengintegrasikan simulasi, pemantauan, analisis, dan kemampuan prediktif sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam mendukung pengambilan keputusan di bidang kesehatan masyarakat.
Menurut Prof. Huan, pemanfaatan Digital Twin juga berpotensi mentransformasi pendidikan epidemiologi dan kesehatan masyarakat. Melalui simulasi berbasis data, mahasiswa maupun tenaga kesehatan dapat mempelajari dinamika penyakit secara lebih interaktif, memahami dampak berbagai faktor risiko, serta mengevaluasi efektivitas strategi intervensi secara aman sebelum diterapkan di lapangan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pengembangan Digital Twin memerlukan perhatian terhadap kualitas data, interoperabilitas antar platform, perlindungan privasi, tata kelola data, serta penerapan AI yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, pengembangan teknologi kesehatan digital membutuhkan kolaborasi erat antara berbagai disiplin ilmu, mulai dari kesehatan masyarakat, ilmu komputer, hingga rekayasa data.
Konsep yang dipaparkan Prof. Huan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam implementasi nyata oleh Ari Prayogo Pribadi, Ph.D. melalui presentasi berjudul Evidence-Based Applications of AI in Public Health Interventions and Community Education: From Screening to Education for Musculoskeletal Health. Penelitiannya berfokus pada gangguan muskuloskeletal, khususnya postur tubuh yang buruk dan skoliosis, yang masih menjadi salah satu penyebab utama disabilitas di dunia namun belum banyak mendapat perhatian dalam upaya promotif dan preventif.
Dalam paparannya, Ari menjelaskan bahwa berbagai inovasi seperti AI untuk skrining skoliosis, perangkat penilaian ergonomi, maupun media edukasi berbasis Virtual Reality (VR) selama ini masih dikembangkan secara terpisah. Kondisi tersebut mendorongnya untuk merancang ekosistem kesehatan muskuloskeletal berbasis AI dan VR pertama di Indonesia yang mengintegrasikan berbagai teknologi sebagai fondasi menuju platform Digital Twin untuk pemantauan kesehatan sepanjang hayat.
Ekosistem tersebut terdiri atas tiga aplikasi utama. TRUNK AI memanfaatkan teknologi computer vision untuk mendeteksi asimetri tubuh dan mengidentifikasi risiko skoliosis pada anak serta remaja menggunakan foto yang diambil melalui telepon pintar. ERGO AI DESK merupakan sistem penilaian ergonomi berbasis AI untuk mengevaluasi risiko postur kerja pada orang dewasa yang telah divalidasi menggunakan 2.928 citra lingkungan perkantoran. Sementara itu, VR ERGO menghadirkan platform edukasi berbasis Virtual Reality dan gamifikasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Melalui pengembangan ekosistem tersebut, Ari menegaskan bahwa AI akan memberikan dampak yang lebih besar bagi kesehatan masyarakat apabila tidak hanya dimanfaatkan untuk mendeteksi risiko penyakit. Menurutnya, teknologi perlu diintegrasikan dengan pemberian umpan balik yang dipersonalisasi, edukasi yang menarik, pemantauan jangka panjang, hingga dukungan rujukan sehingga mampu menghasilkan intervensi kesehatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara Prof. Huan Nguyen dan Ari Prayogo Pribadi, Ph.D. menunjukkan bagaimana visi strategis pengembangan Digital Twin dapat diwujudkan melalui implementasi AI berbasis bukti untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks. Sinergi antara UGM dan Middlesex University ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi internasional dalam mempercepat lahirnya inovasi kesehatan digital yang tidak hanya relevan bagi dunia akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan ekosistem Digital Twin dan AI ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan upaya promotif, preventif, dan deteksi dini penyakit berbasis teknologi, SDG 4 (Quality Education) melalui inovasi pembelajaran kesehatan yang lebih interaktif, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi kesehatan digital berbasis riset, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi akademik dan penelitian internasional. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem kesehatan masyarakat yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di era transformasi digital.
Penulis : Zilfani Fuadiyah Haq
Editor : Ari Prayogo Pribadi












Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!