Tim UGM Evaluasi Implementasi Program Peer-to-Peer Vaccine Confidence di Batam

Batam – Tim evaluasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Prof. Yayi Suryo Prabandari melaksanakan rangkaian kegiatan evaluasi implementasi program Peer-to-Peer Vaccine Confidence di Kota Batam pada 19–24 Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelatihan Peer Advocate serta wawancara mendalam (in-depth interview) sebagai bagian dari proses evaluasi implementasi program. Dalam pelaksanaannya di lapangan, kegiatan evaluasi diikuti oleh tim UGM, termasuk dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., dosen Departemen Health Behavior, Environment, and Social Medicine (HBES) FK-KMK UGM.
Program Peer-to-Peer Vaccine Confidence merupakan kolaborasi internasional yang melibatkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Voices for Vaccines (VFV), Tulodo, The University of Sydney, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada. Dalam kolaborasi tersebut, UGM berperan sebagai evaluation partner yang bertugas mengevaluasi proses implementasi program, pengalaman para pemangku kepentingan, serta berbagai faktor yang memengaruhi pelaksanaan intervensi di lapangan.
Pelatihan Peer Advocate diselenggarakan untuk membekali kader kesehatan dengan keterampilan komunikasi berbasis Motivational Interviewing (MI). Pendekatan ini dirancang agar kader mampu membangun percakapan yang lebih empatik, terbuka, dan efektif dengan orang tua dalam meningkatkan kepercayaan terhadap imunisasi anak.
Selama pelaksanaan pelatihan, tim evaluasi UGM melakukan observasi untuk memahami bagaimana materi disampaikan, metode pembelajaran diterapkan, serta bagaimana peserta menerima intervensi yang diberikan. Selain itu, tim juga melaksanakan in-depth interview dengan peserta pelatihan dan berbagai pemangku kepentingan guna menggali pengalaman implementasi, persepsi terhadap pendekatan peer-to-peer, faktor pendukung, tantangan yang dihadapi, serta peluang pengembangan program pada tahap selanjutnya.
Sebagai evaluation partner, tim yang dipimpin dr. Bagas menggunakan pendekatan implementation research untuk mendokumentasikan pelaksanaan program secara sistematis. Data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara akan digunakan untuk menilai aspek feasibility (keterterapan), acceptability (penerimaan), serta berbagai faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan implementasi pendekatan peer-to-peer dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh pembelajaran berbasis bukti yang dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi bagi pengembangan strategi komunikasi kesehatan dan implementasi program peningkatan kepercayaan terhadap imunisasi di berbagai daerah di Indonesia. Keterlibatan dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D. sebagai dosen HBES FK-KMK UGM juga menunjukkan kontribusi departemen dalam mendukung penelitian implementasi dan kolaborasi internasional untuk memperkuat program kesehatan masyarakat di Indonesia. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 3: Good Health and Well-being, khususnya dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi melalui penguatan kepercayaan masyarakat dan komunikasi kesehatan berbasis bukti. Selain itu, kolaborasi antara UGM, pemerintah, dan berbagai institusi internasional juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kemitraan lintas sektor dalam menghasilkan inovasi dan rekomendasi kebijakan kesehatan yang berkelanjutan.
Penulis : Zilfani Fuadiyah Haq
Editor : Ari Prayogo Pribadi









Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!