Prof. Yayi Suryo Prabandari Presentasikan Pembelajaran Etika Kesehatan Masyarakat pada Konferensi Internasional di Amsterdam

Prof. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial (HBES) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), menjadi salah satu presenter pada 14th International Conference on Ethics Education (IAEE) yang diselenggarakan di Amsterdam, Belanda, pada 24–26 Juni 2026.

Pada konferensi internasional yang mempertemukan akademisi dan praktisi pendidikan etika dari berbagai negara tersebut, Prof. Yayi mempresentasikan hasil penelitian berjudul “What Ethical Cases Do Students Choose in Public Health? A Study of Public Health Ethics Learning in Bioethics Graduate Program.” Penelitian ini mengkaji berbagai kasus etika yang dipilih mahasiswa dalam mata kuliah Public Health Ethics di Program Studi Magister Bioetika UGM sebagai bagian dari evaluasi proses pembelajaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa paling banyak mengangkat isu-isu etika yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, kesehatan masyarakat, penelitian kesehatan, serta kebijakan kesehatan. Beragam kasus tersebut kemudian dianalisis menggunakan prinsip-prinsip bioetika dan teori etika untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memberikan solusi terhadap permasalahan etika yang kompleks di bidang kesehatan masyarakat.

Melalui presentasi ini, Prof. Yayi berbagi pengalaman mengenai pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus yang diterapkan di Program Studi Magister Bioetika UGM. Pendekatan tersebut dinilai mampu mendorong mahasiswa berpikir kritis, mempertimbangkan berbagai perspektif pemangku kepentingan, serta merumuskan rekomendasi yang relevan dengan konteks pelayanan dan kebijakan kesehatan di Indonesia.

Keikutsertaan Prof. Yayi dalam IAEE 2026 sekaligus menjadi upaya memperkenalkan inovasi pembelajaran etika yang dikembangkan di UGM kepada komunitas akademik internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan etika dan profesionalisme di bidang kesehatan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pembelajaran etika berbasis studi kasus di pendidikan tinggi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperluas jejaring akademik internasional dan kolaborasi dalam pengembangan pendidikan bioetika.

Penulis : Zilfani Fuadiyah Haq

Editor : Ari Prayogo Pribadi

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *