Perkuat Keselamatan Kerja, Dosen HBES UGM Bahas Pencegahan MSDs dan Fatigue melalui Ergonomi

Yogyakarta, 15 September 2026 — Penerapan ergonomi menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, khususnya pada sektor dengan aktivitas kerja berisiko seperti pertambangan. Pemahaman mengenai ergonomi dapat membantu pekerja mengenali berbagai faktor risiko yang berpotensi menyebabkan gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs), kelelahan (fatigue), hingga cedera akibat kerja.
Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Ruang K3 yang diselenggarakan oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk pada Selasa, 15 September 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam kegiatan tersebut, Ari Prayogo Pribadi, S.T., M.T., Ph.D., dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial (HBES), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), hadir sebagai narasumber dengan topik “Pencegahan MSDs, Fatigue, dan Cedera melalui Penerapan Ergonomi yang Tepat di Tempat Kerja.”
Dalam pemaparannya, Ari menjelaskan bahwa ergonomi merupakan ilmu yang mempelajari interaksi manusia dengan berbagai elemen dalam sistem kerja serta penerapannya dalam perancangan untuk mengoptimalkan kesejahteraan manusia dan kinerja sistem. Penerapan prinsip ergonomi menjadi penting untuk menyesuaikan kondisi kerja dengan kemampuan dan kebutuhan pekerja.
Ari juga menyoroti bahwa keluhan seperti pegal, nyeri punggung, dan rasa lelah tidak seharusnya dianggap sebagai konsekuensi biasa dari pekerjaan. Keluhan tersebut dapat menjadi gejala awal gangguan yang berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Dalam konteks pertambangan, MSDs menjadi salah satu isu kesehatan kerja yang perlu diperhatikan, sementara fatigue juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya insiden di area operasi maupun jalan hauling.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penerapan ergonomi di lingkungan kerja, mulai dari operator alat berat, aktivitas maintenance dan workshop, hingga pengaturan workstation di kantor dan ruang kendali. Pada area operator, perhatian diberikan pada faktor seperti postur duduk, getaran, dan fatigue yang dapat ditemukan pada pengoperasian dump truck, excavator, dozer, grader, maupun loader.
Selain mengenali faktor risiko, peserta juga diperkenalkan pada berbagai tindakan pencegahan yang dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari. Ari menekankan pentingnya perubahan kebiasaan kerja dan penerapan postur yang tepat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan pekerja. Penilaian risiko ergonomi juga menjadi bagian penting karena hasil pengukuran dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan prioritas perbaikan dalam kerangka Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).
Dalam materi tersebut, Ari turut memperkenalkan pemanfaatan teknologi melalui ERGO-AI Desk dan ERGO-VR Desk. Pendekatan berbasis teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung pembelajaran ergonomi yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pencegahan risiko kesehatan dan keselamatan kerja melalui penerapan ergonomi yang tepat. Edukasi mengenai ergonomi diharapkan dapat mendukung pekerja dalam mengenali risiko, melakukan pencegahan secara mandiri, serta berkontribusi terhadap terciptanya sistem kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.
Kontribusi Ari Prayogo Pribadi dalam kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3: Good Health and Well-Being melalui upaya pencegahan gangguan kesehatan akibat kerja, serta SDGs 8: Decent Work and Economic Growth melalui penguatan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja untuk mendukung lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Penulis : Zilfani Fuadiyah Haq
Editor : Ari Prayogo Pribadi










Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!