Dr. Bagas Bekali Mahasiswa Baru FIB UGM tentang Pentingnya Relasi Sehat

Yogyakarta, 18 Agustus 2026 — Memasuki lingkungan perguruan tinggi merupakan pengalaman baru bagi mahasiswa. Selain beradaptasi dengan kegiatan akademik, mahasiswa juga perlu membangun hubungan yang sehat dengan teman, dosen, tenaga kependidikan, maupun warga kampus lainnya.

Hal tersebut menjadi topik yang dibahas oleh dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial (HBES) FK-KMK UGM, dalam kuliah perdana mahasiswa baru Program Sarjana Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, di Auditorium Soegondo FIB UGM dengan mengangkat tema “Relasi Sehat” melalui materi berjudul “Be Kind: Because ‘Just Kidding’ Isn’t Always Kind.”

Dalam materinya, dr. Bagas menjelaskan bahwa relasi yang sehat dibangun melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, berkomunikasi dengan baik, serta tidak melakukan kekerasan. Hal ini penting karena lingkungan kampus mempertemukan mahasiswa dengan berbagai latar belakang dan posisi sosial.

Mahasiswa juga diajak memahami bahwa candaan yang dianggap biasa oleh seseorang belum tentu dapat diterima oleh orang lain. Salah satunya adalah body shaming yang dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis maupun fisik seseorang. Karena itu, mahasiswa perlu lebih peka terhadap perasaan dan batasan orang lain.

Selain itu, materi membahas pentingnya batasan atau boundaries dalam sebuah hubungan. Batasan membantu seseorang menentukan perilaku yang dapat dan tidak dapat diterima. Pada saat yang sama, setiap orang juga perlu menghargai batasan orang lain agar tercipta hubungan yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Dr. Bagas juga mengenalkan bentuk-bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, serta pentingnya mengetahui mekanisme pencegahan dan penanganannya di lingkungan UGM. Mahasiswa diingatkan untuk tidak menyebarkan identitas korban, melakukan spekulasi, maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi apabila menemukan informasi mengenai dugaan kekerasan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mendengarkan orang lain, menghargai perbedaan, berkomunikasi dengan sopan, hingga menghormati batasan masing-masing. Dengan demikian, mahasiswa turut berperan dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi semua.

Kegiatan ini sejalan dengan SDGs, khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan, SDG 4: Quality Education melalui penguatan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif, SDG 5: Gender Equality melalui pencegahan kekerasan dan penguatan kesetaraan, serta SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions melalui upaya membangun lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, dan menghargai hak setiap individu.

Penulis : Zilfani Fuadiyah Haq

Editor : Ari Prayogo Pribadi

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *