Dukung Program Pendampingan Ibu Hamil, Dosen HBES FK-KMK UGM Bekali Mahasiswa Kebidanan dengan Teknik Konseling

Yogyakarta, 21 Agustus 2026 — Kemampuan berkomunikasi menjadi bagian penting dalam pendampingan ibu hamil di Daerah istimewa Yogyakarta. Tidak hanya menyampaikan informasi kesehatan, tenaga pendamping juga perlu membangun hubungan saling percaya agar ibu hamil mampu memahami kondisi dan mengambil keputusan terkait kesehatannya secara mandiri. Hal tersebut menjadi salah satu materi yang disampaikan Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes. dari Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dalam kegiatan Pembekalan Pendampingan Ibu Hamil yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan pembekalan dilaksanakan pada 18–21 Agustus 2026 di Gedung Radya Suyoso BAPPERIDA dan Gedung Wisanggeni/Unit 8 Biro Umum, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama Dinas Kesehatan DIY dengan institusi pendidikan kebidanan di DIY untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum terlibat dalam pendampingan ibu hamil, nifas, dan bayi baru lahir.

Dalam sesi bertajuk “Teknik Konseling dengan Komunikasi Antar Pribadi (KAP)”, Bu Supriyati membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan dasar konseling yang dapat diterapkan dalam interaksi dengan ibu hamil. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai konseling, meningkatkan keterampilan melakukan konseling, sekaligus membangun self-efficacy dalam memberikan pendampingan. Bu Supriyati menekankan bahwa konseling ibu hamil bukan sekadar memberikan nasihat. Konseling merupakan proses membangun hubungan saling percaya sehingga ibu hamil dapat lebih mandiri dalam mengambil keputusan terkait kesehatannya. Pendekatan komunikasi antar pribadi juga perlu berpusat pada kebutuhan ibu hamil, menjaga kerahasiaan, tidak menghakimi, serta menghargai nilai sosial dan budaya yang dianut. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai keterampilan komunikasi, seperti membuka diri, mendengarkan, bertanya, memperhatikan komunikasi nonverbal, serta melakukan konfirmasi atau feedback. Keterampilan tersebut menjadi dasar untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan membantu ibu hamil merasa nyaman dalam menyampaikan kebutuhan maupun permasalahannya.

Untuk memperkuat pemahaman, pembekalan dilanjutkan dengan praktik Komunikasi Antar Pribadi (KAP). Mahasiswa berlatih melalui sejumlah studi kasus, mulai dari ibu hamil dengan keluhan mual muntah, perencanaan persalinan, hingga keraguan dalam memberikan ASI eksklusif. Melalui praktik tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari cara menyampaikan informasi, tetapi juga berlatih memvalidasi emosi, menggali kebutuhan, menguraikan pilihan, serta membantu ibu hamil mengambil keputusan. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan DIY untuk memperkuat pendampingan ibu hamil sebagai strategi penurunan kematian ibu dan bayi. Pendampingan yang dilakukan secara intensif diharapkan dapat mendukung deteksi dini faktor risiko, pemantauan kepatuhan terhadap pengobatan, pendampingan psikososial, edukasi kesehatan, serta penguatan dukungan keluarga.

Pembekalan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being yang menekankan pentingnya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penguatan kemampuan komunikasi dan konseling bagi calon pendamping diharapkan dapat mendukung upaya promotif dan preventif, deteksi dini faktor risiko, serta peningkatan kualitas pendampingan selama kehamilan hingga masa setelah persalinan. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Quality Education melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan praktis mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dalam memberikan pendampingan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat. 

Melalui penguatan keterampilan konseling dan komunikasi antar pribadi, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih komprehensif untuk menjalankan peran pendamping. Pendekatan yang komunikatif, empatik, dan berpusat pada ibu hamil diharapkan dapat mendukung terciptanya pendampingan yang berkualitas, berkesinambungan, dan sesuai dengan kebutuhan ibu serta keluarganya.

Penulis : Zilfani Fuadiyah Haq

Editor : Ari Prayogo Pribadi

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *