Dosen, Mahasiswa, dan Alumni HBES FK-KMK UGM Tampilkan Riset Unggulan di INAHEA 2026

Purwokerto – Departemen Health Behavior, Environment, and Social Medicine (HBES) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menunjukkan kontribusi aktif dalam pengembangan ilmu kesehatan melalui partisipasi dosen, mahasiswa, dan alumninya pada 9th Biennial Scientific Meeting of the Indonesian Health Economics Association (INAHEA) 2026 yang diselenggarakan pada 23–25 Juli 2026 di Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Forum ilmiah dua tahunan ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pengambil kebijakan untuk mendiseminasikan hasil penelitian serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sistem kesehatan berbasis bukti.

Dalam forum tersebut, HBES FK-KMK UGM diwakili oleh dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., dosen Departemen HBES, Kadek Darmawan, mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat peminatan Perilaku dan Promosi Kesehatan, serta Dagun Raisah Laksmi Pratiwi, alumni peminatan Perilaku dan Promosi Kesehatan. Ketiganya mempresentasikan hasil penelitian yang mengangkat isu kesehatan masyarakat, sistem kesehatan, hingga inovasi teknologi kesehatan. Atas kualitas presentasi yang disampaikan, dr. Bagas Suryo Bintoro dan Kadek Darmawan berhasil meraih penghargaan Best Oral Presenter pada ajang tersebut.

Presentasi dr. Bagas Suryo Bintoro Berjudul “Dari Kampung Bebas Asap Rokok Menuju Kampung Sehat: Model Kemitraan Jangka Panjang untuk Keberlanjutan Program Kesehatan Berbasis Masyarakat” mengangkat studi kasus kemitraan Center of Health Behavior and Promotion (CHBP) FK-KMK UGM dengan Kampung Demangan, Yogyakarta, yang telah terjalin sejak tahun 2012. Berawal dari program Kampung Bebas Asap Rokok, kemitraan tersebut berkembang menjadi model kolaborasi jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan program kesehatan berbasis masyarakat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan yang dibangun secara konsisten mampu membuka akses terhadap jejaring pembelajaran, memperkuat kapasitas advokasi masyarakat, menyediakan dukungan teknis dan akademik, serta mendorong lahirnya berbagai kolaborasi baru yang tidak bergantung pada satu sumber pendanaan. Temuan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan program kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh intervensi sesaat, tetapi juga oleh kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Selain itu, Dagun Raisah Laksmi Pratiwi bersama dr. Bagas Suryo Bintoro mempresentasikan penelitian berjudul “Pemanfaatan Layanan Kesehatan Gigi pada Orang Dewasa Muda dengan Penyakit Tidak Menular: Peran JKN dan Hambatan Akses di Indonesia.” Penelitian ini memanfaatkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 untuk menganalisis pemanfaatan layanan kesehatan gigi pada orang dewasa muda yang mengalami masalah gigi dan mulut, dengan fokus pada pengaruh status Penyakit Tidak Menular (PTM) dan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik status PTM maupun kepesertaan JKN berhubungan secara independen dengan meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan gigi. Namun demikian, proporsi masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan gigi masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih komprehensif dalam mengurangi hambatan akses sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan gigi sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

Sementara itu, presentasi Kadek Darmawan berjudul “Dari Riset Molekuler Menuju Diagnosis Point-of-Care Testing: Tren Global CRISPR–Cas untuk Diagnosis Tuberkulosis.” yang juga turut mengharumkan nama HBES FK-KMK UGM membahas pendekatan bibliometrik dan scientometrik untuk memetakan perkembangan riset global mengenai pemanfaatan teknologi CRISPR–Cas dalam diagnosis tuberkulosis. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi ini memiliki potensi sebagai kandidat point-of-care testing yang mampu mendukung diagnosis tuberkulosis secara lebih cepat dan sensitif. Di sisi lain, penelitian tersebut juga mengidentifikasi masih terbatasnya kontribusi publikasi dari Indonesia pada bidang tersebut, sehingga diperlukan penguatan riset dan kolaborasi nasional dalam pengembangan inovasi diagnostik.

Keikutsertaan dosen, mahasiswa, dan alumni HBES FK-KMK UGM dalam 9th Biennial Scientific Meeting INAHEA 2026 mencerminkan komitmen departemen dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat serta mendukung pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti. Capaian dua penghargaan Best Oral Presenter sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi lintas generasi di lingkungan HBES mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sistem kesehatan Indonesia.

Berbagai penelitian yang dipresentasikan juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan promosi kesehatan, peningkatan akses layanan kesehatan, serta inovasi dalam diagnosis penyakit; SDG 4 (Quality Education) melalui pengembangan budaya riset dan diseminasi ilmu pengetahuan; serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, alumni, komunitas, dan berbagai mitra dalam menghasilkan solusi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Penulis : Zilfani Fuadiyah Haq

Editor : Ari Prayogo Pribadi

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *