Perkuat Transformasi Pendidikan Kebidanan, dr. Bagas Suryo Bintoro, PhD, Bahas Komunikasi Kepemimpinan

Bogor, 9 September 2026 – dr. Bagas Suryo Bintoro, PhD, dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi narasumber dalam Lokakarya Penguatan Kompetensi Kepemimpinan dalam Implementasi Standar International Confederation of Midwives (ICM) pada Pendidikan Kebidanan di Poltekkes Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini berlangsung pada 7–9 September 2026 di Swiss-Belhotel Bogor, Jawa Barat.

Lokakarya diselenggarakan oleh Direktorat Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan bersama United Nations Population Fund (UNFPA), dengan dukungan Korea International Cooperation Agency (KOICA), sebagai bagian dari Proyek Strengthening Professional Education and an Enhanced Policy Framework for Midwifery Development in Indonesia (SPEED) Indonesia. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan pimpinan dan pengelola pendidikan kebidanan dalam mengarahkan serta mengelola perubahan kelembagaan untuk implementasi standar ICM.

Pada Selasa (8/9), dr. Bagas menyampaikan materi “Komunikasi Kepemimpinan untuk Membangun Pengaruh, Kolaborasi, dan Komitmen terhadap Perubahan.” Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya bergantung pada perencanaan teknis, tetapi juga pada kemampuan pemimpin membangun komunikasi, kolaborasi, dan dukungan dari seluruh anggota organisasi.

Materi tersebut membahas pentingnya komunikasi dua arah, keterbukaan terhadap gagasan dari berbagai tingkat organisasi, serta penerapan pendekatan kolaboratif “we, not me”. Kualitas komunikasi juga menjadi perhatian utama karena informasi yang jelas dan relevan dapat membantu meningkatkan pemahaman bersama, koordinasi tugas, dan kinerja tim.

Selain itu, peserta diajak memahami resistensi sebagai respons emosional dan psikologis yang wajar terhadap perubahan. Dalam konteks implementasi kurikulum, resistensi dapat muncul akibat ketidakpastian peran, perubahan beban kerja, tuntutan kompetensi baru, maupun kurangnya pemahaman terhadap tujuan perubahan. Oleh karena itu, pemimpin perlu mengidentifikasi akar permasalahan, membangun komunikasi yang transparan, melibatkan pemangku kepentingan, serta menyediakan dukungan dan pelatihan yang memadai.

Sebagai bagian dari kegiatan, dr. Bagas juga memfasilitasi praktik melalui metode roleplay yang berfokus pada komunikasi, advokasi berbasis bukti, dan pengelolaan resistensi perubahan. Praktik ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan pendekatan kepemimpinan dalam menghadapi dinamika perubahan kelembagaan.

Rangkaian lokakarya dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi institusi yang mencakup kegiatan, keluaran, pembagian peran, target, kebutuhan sumber daya, serta mekanisme monitoring dan evaluasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman dan kesiapan untuk mendukung implementasi standar ICM di institusi masing-masing.

Penguatan kepemimpinan dan komunikasi dalam pendidikan kebidanan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan kebidanan sebagai fondasi pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam penguatan kapasitas pengelola pendidikan dan peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

Penulis : Zilfani Fuadiyah Haq

Editor : Ari Prayogo Pribadi

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *